Kupas Tuntas Mengenai Solar Sampai Proses Pembuatannya!

Kupas Tuntas Mengenai Solar Sampai Proses Pembuatannya!

Bahan bakar solar bukan lagi menjadi hal yang asing di telinga masyarakat, Solar merupakan produk keluaran hasil industri migas yang tediri dari bermacam – macam jenis dengan beberapa karakteristik serta sifat yang masing – masing memiliki perbedaan yakni salah satunya fraksi diesel.

Solar ini salah satu jenis bahan bakar yang dihasilkan dari proses tahap pengolahan minyak bumi, hal yang sudah sangat mendasar jika minyak mentah dipisahkan fraksi – fraksinya pada proses destilasi oleh karena itu hasil fraksi solar mencapai titik didih 250°C sampai dengan batas maksimal yaitu 340°C. Perlu anda ketahui bahwa solar tidak bisa menguap pada suhu 250°C sampai dengan 340°C dan bagian minyak bumi lainnya juga akan ikut terbawa keatas untuk kembali diolah. Pada umumnya kandungan solar terdapat beleang di dalamnya dengan kadar kandungan belerang yang cukup tinggi.

Hasil gambar untuk solar bahan bakar

Mengenai kualitas solar biasanya dinyatakan dalam bilangan angka cetane atau jika dalam istilah bensin biasa disebut oktan. Cetane merupakan bilangan yang digunakan untuk menunjukan  kemampuan dan kapasitas solar pada saat mengalami pembakaran didalam mesin dan juga untuk menunjukan kemampuas mengontrol knocking atau jumlah ketukan. Kualitas solar di nyatakan dalam bilangan cetane jika cetane menunjukan bilangan tertinggi artinya semakin tinggi kualitas solar dan semakin bagus solar maka semakin tinggi pula bilangan cetane.

Hasil gambar untuk perbedaan solar dan biosolar

Pada masa ini, Pertamina telah meluncurkan produksinya berupa bahan bakar solar yang  ramah lingkungan dengan branchmark Pertamina DEX© (Diesel Environment Extra).
Angka cetana Pertamina DEX (Diesel Environment Extra) di desain dengan memiliki angka cetana kisaran minimal 53 sementara itu produk solar yang ada di pasaran hanya 48. Namun tetap saja Bahan bakar ramah lingkungan tersebut memiliki kandungan sulfur dengan kisaran maksimum 300 ppm. Kadar kandungan yang telah disebutkan tentu saja jauh lebih rendah dibandingkan solar di pasaran yang  mempunyai kandungan sulfur maksimumnya mencapai 5000 ppm. Hal ini menjadikan keluaran Produk pertamina yakni Pertamina DEX akan lebih laku dipasaran karena kualitasnya yang mumpuni.

Dikutip dari Liputan6.com jakarta bahwa solar dengan non subsidi mengalami kenaikan  penyesuaian harga ini sebagai bentuk dampak dari akibat kenaikan bahan minyak  mentah dunia yanh harganya semakin tinggi dimana waktu ini harga minyak mentah dunia rata – rata mencapai angka USD 80 per barel .

Standarisasi Solar

Hasil gambar untuk perbedaan solar dan biosolar

Pada biasanya solar ini dapat di gunakan untuk bahan bakar kendaraan diesel ataupu bisa digunakan untuk alat industri lainnya. Untuk menghasilkan pembakaran yang optimal solar ini memiliki standard tertentu atau semacam syarat – syarat tertentu untuk dapat di pasarkan.

Berikut ini adalah syarat – syarat yang harus memenuhi standard kualitas pada solar :

  1. Kandungan

Kandungan pada solara memiliki sulfur di dalamnya, pada standar kualitas solar yang memenuhi persyaratan sulfur yang terkandung dalam solar harus dengan batas paling kecil. Batasan terkecil kandungan sulfur pada solar di maksudkan agar kendaraan anda dengan menggunakan bahan bakar solar mesin kendaraan anda tidak cepat rusak dan hal ini bertujuan agar adanya bahan bakar solar yang di operasikan pada peralatan industri serta kendaraan tidak menimbulkan  polusi udara sehingga aman untuk digunakan. Artinya semakin banyak kandungan sulfur pada bahan bakar solar akan semakin tinggi pula dampak polusi udara yang di timbulkan.

  1. Stabil

Hasil gambar untuk solar bahan bakar

Tentunya persyaratan standar kualitas pada bahan bakar solar adalah tetpa stabil saat proses penyimpanan artinya diharapkan pada proses penyimpanan ini tidak menimbulkan perubahan bentuk, warna dan struktur solar itu sendiri.

  1. Kekentalan

Tekstur kekentalan pada solar harus memiliki kekentalan yang memadai sehingga saat pada saat dioperasikan oleh ejector lebih mudah di semprotkan pada mesin.

  1. Ketahanan

Pada dasarnya kualitas solar yang baik tidak akan berubah bentuk atau struktur solar itu sendiri seperti yang sebelumnya disebutkan pada bagian nomor 2. Ketahanan yang dimaksudkan adalah solar tersebut tidak akan berubah keras atau tidak mengalami pembekuan meskipun dalam suhu yang cukup dingin. Solar tersebut harus tetap memiliki tekstur encer meskipun dalam suhu yang cukup dingin.

  1. Sifat

Selain  hal yang telah disebutkan diatas standarisasi sebuah solar di nyatakan baik harus memiliki kandungan yang dapat membuat solar tersebut ‘’ANTI KNOCKING’’ dan dapat memungkinkan engine  bekerja optimal sehingga saat  mesin dioperasikan akan lebih lembut di jalankan.

  1. Mudah Terbakar

Poin ini merupakan hal terpnting pada solar yakni solar yang diproduksi di haruskna mudah terbakar agar saat dioperasikan pada mesin lebih optimal.

  1. Daya Pelumas

Hasil gambar untuk solar bahan bakar

Solar harus memiliki daya pelumas yang baik karena solar sendiri berfungsi untuk melumaskan pompa injeksi dan juga nosel jadi pastikan solar tersebut memiliki kualitas daya pelumasan yang tinggi.

Dari penjelasan diatas tentunya anda lebih mengerti mengenai macam – macam standar kualitas yang telah dijadikan persyaratan sebelum solar tersebut dipasarkan. Seperti yang telah disebutkan diatas ada beberapa poin meliputi kandungan, stabil, ketahanan, kekentalan, sifat dan saya pelumas  serta kondisi solar tersebut harus mudah terbakar.

Macam – Macam Bahan Bakar Diesel (Solar)

Gambar terkait

  1. MFO

MFO dengan kepanjangan kata yakni Marine Fuel Oil merupakan hasil proses pengolahan minyak berat (Residu) sehingga tekstur yang dihasilkan memiliki kekentalan yang lebih tinggi. Marine Fuel Oil (MFO) ini adalah jenis bahan bakar yang biasanya digunakan untuk sektor industri mesin – mesin diesel dengan kecepatan proses yang cukup rendah.

  1. Minyak Bakar

Minyak bakar ini digunakan untuk bahan bakar langsung untuk menghasilkan panas contohnya seperti bahan bakar pada furnace saat proses pemanasan minyak mentah. Namun perlu anda ketahui Minyak Bakar ini sangat berbeda dengan MFO terutama pada sifat dan juga bentuk yang jauh berbeda antar keduanya.

  1. IDO

IDO atau Industrial Diesel Oil memiliki kandungan sulfur yang bisa dikatakan rendah sehingga IDO ini dapat ditampung oleh Medium Speed Diesel Engine. Industrial Diesel Oil sendiri terbentuk dari proses penyulinganminyak mentah pada suhu temperatur yang cukup rendah.

  1. HSD

Pada umumnya HSD atau High Speed Diesel diperuntukan untuk mesin yang di dalamnya memiliki sistem injeksi pompa dan juga elektonika injeksi. Jadi artinya HSD ini di gunakan untuk bahan bakar perlatan industri dan kendaraan bermotor. Selain itu bahan bakar jenis solar ini juga digunakan untuk kendaraan dengan kapasitas cetane sebesar 45.

  1. Diesel Performa Tinggi

Jenis bahan bakar ini telah memenuhi proses peningkatan kualitas dari sisi cetane muber dan juga pengurangan kandungan sulfur di dalamnya cukup rendah  sehingga lebih dianjurkan untuk  mesin diesel yang memiliki sistem injeksi comonrail. Sistem injeksi comonrail merupakan sebuah tube bercabang yang berada di dalam mesin dengan katup injektor yang terkendalikan oleh komputer yang mana masing – masing tube terdiri dari nozzle mekanis dan pulunger yang dapat dikendalikan oleh selenoid serta actuator piezoelectric. Tentu saja bahan bakar jenis ini merupakan jenis bahan bakar yang mempunyai kualitas yang cukup tinggi dibandingkan dengan bahan bakar yang berasal dari petrolum lainnya. Diesel Performa Tinggi  merupakan jenis solar yang memiliki jumlah bilangan cetane sebesar 53 dan kandungan sulfur dibawah 300 ppm oleh karena itu Diesel Performa Tinggi di golongkan sebagai Diesel Modern dengan standar kualitas gas buang EURO 2.

  1. Biodiesel

Gambar terkait

Biodiesel ini merupakan bahan bakar yang cukup aman karena di dalamnya tidak memiliki kandungan yang berbahaya jika terlepas di udara bebas hal ini dikarenakan bahan bakar biodiesel sangat mudah untuk teruai secara natural. Jenis bahan bakar Biodiesel sangat baik untuk digunakan sebagai pengganti solar yang berasal dari fraksi minyak bumi karena biodiesel sendiri berasal dari minyak nabati dan juga hewani sehingga sumber energi yang dihasilkan mampu diperbarui. Meski demikian secara kimiawi biodiesel memiliki kandungan yang terdiri dari mono-alkyl ester dan rantai panjang asam lemak. Pada saat proses pembakaran biodiesel akan menghasilkan karbon monoksida dan hidrokarbon yang sangat relatif rendah tentunya akan membuat pembakaran yang dihasilkan aman untuk lingkungan sehingga tentu saja biodiesel sangat memenuhi persyaratan sebagai bahan bakar.

Kegunaan Minyak Solar

Gambar terkait

Tentunya jika anda membaca penjelasan diatas anda akan lebih sedikit mengetahui tentang bahan bakar solar ini. Namun beberapa dari anda pastinya belum mengetahui kegunaan dari minyak solar itu sendiri padahal yang kita tahu bahwa solar tersebut sudah sangat marak dipasaran. Berikut ini kegunaan solar yang harus kamu ketahui secara singkat :

  1. Untuk membakar batu
  2. Dapat memproduksi Uap
  3. Digunakan untuk mencairkan hasil perindustrian
  4. Membantu pemanasan logam
  5. Untuk bahan bakar seperti mesin diesek yang ada pada kendaraan bermotor contoh : bus, kereta api, truk dan juga traktor.

Sifat Bahan Bakar Diesel (Solar)

Light oil atau biasa disebut bahan bakar diesel ( solar) merupakan bahan bakar campuran yang berasal dari hydrocarbon yang telah melewati tahap distilasi setelah bensin dan minyak tanah dari minyak tanah inilah diproses pada temperatur 200 sampai dengan 340 derajat celcius. Sebagian besar solar lebih terkenal digunakan untuk mesin diesel. Berikut ini merupakan sifat utama dari solar :

  1. Bertekstur encer dan juga tidak menguap saat dibawah temperatur normal
  2. Memiliki titik nyala yang cukup tinggi sekitar 40 C – 100 C
  3. Tidak berwarna ataupun sedikit kekuningan dan memiliki bau.
  4. Memiliki berat jenis sebesar 0, 82 – 0, 86
  5. Akan terbakar sendiri pada temperatur 350 C tentu saja sedikit dibawah temperatur bensin
  6. Dapat menimbulkan panas yakni sekitar 10. 500 kcal / kg
  7. Mempunyai rantai hydro karbon C 14 sampai dengan C 18
  8. Kandungan sulfur yang terkandung didalamnya cukup besar dibandingkan bensin.

Nomor Cetane

Tingkatan dari solar atau biasa disebut nomor cetane ini merupakan salah satu tahap pencegahan knocking yakni dengan mengontrol bahan bakar solar dalam kemampuanya. Jika diketahui tingkatan lebih tinggi maka tentunya memiliki kemampuan yang lebih baik. Dalam tahap pengontrolan kemampuan solar dalam mencegah terjadinya knocking dan lebih mudah terbakar  ada 2 skala  yakni cetane index dan diesel index. Minimal cetane yang mampu diterima sebagai bahan bakar yang digunakan pada engine diesel yang memiliki kecepatan tinggi pada umumnya sekitar 40 – 45. Pleh sebab itu engine diesel memiliki perbandingan kompresi sebesar 15 : 1 sampai dengan 22 : 1. Tentu saja angka tersebut lebih tinggi dari pada engine yang di miliki oleh bensin yaitu sekitar 6 : 1 sampai dengan 12 : 1 dan sebagai informasi tambahan bahwa rngine diesel di ciptakan dengan kontruksi yang jauh lebih tinggi tingkat kekuatannya dari pada engine bensin. Baca Fakta Pertalite Yang Bikin Kamu Terkejut !

Perbedaan Bahan Bakar Mesin Diesel Dengan Mesin Bensin

Gambar terkait

Terletak pada proses pembakaran bahan bakar merupakan perbedaan yang paling terlihat antara bahan bakar diesel dan bahan bakar bensin. Pada mesin bensin pembakaran  yang terjadi akibat dari loncatan api listrik yang mana dihasilkan oleh 2 elektroda busi (spark plug) sedangkan jika kita melihat pembakaran pada mesin diesel tersebut terjadi akibat adanya kenaikan temperatur campuran udara dan bahan bakar yang dikarenakan oleh kompresi torak hingga mencapai pada temperatur menyala.

Pada umumnya untuk mesin kendaraan dengan alat pengoperasian yang menggunakan tenaga bahan bakar diesel akan membutuhkan bahan bakar diesel yang tentunya didalamnya terkandung sesuai dengan jenis kendaraan yang menggunakan mesin diesel.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Gambar terkait
1. Sintesis Ester dan ME

Hasil yang dihasilkan dari sintesa ester dan metil ester (ME) yakni berupa ester yang  memiliki warna kuning bening dan lebih jernih dari warna minyak sawit yang digunakan. Hasil sintetis ini berupa campuran padat dan juga cair, cairan yang dihasilkan adalah bagian atas yang berada di metil ester sedangkan padatan yang terbentuk itu sendiri berasal dari campuran sabun dan gliserin. Metil ester memiliki viskositas yang mana jauh lebih rendah dari minyak sawit.

ME yang dihasilkan sintesis akan berwarna coklat tua dan warna yang dihasilkan ME tentu saja berbeda dengan EHN namun keduanya memiliki kadar kelarutan yang sama jika di campurkan kedalam solar. Hasil sintesis pada ME akan masih tercampur dengan sisa asam dan sisa katalis sehingga keduanya harus dapat dipisahkan dengan proses dekantasi. ME yang dibagian atas campuran sedangkan asam dan katalis berada dibagian bawah.

Hasil pemisahan yakni antara ME dengan pH antara 1 –  2. Proses pencucian akan dilakukan  2 –  3 kali dengan menggunakan air hal tersebut akan menaikkan pH ME mendekati 6. Perlu kita ketahui bahwa pH minyak solar juga berkisar antara 6, maka jika pH ME sudah mencapai angka 6 tentu memenuhi syarat sebagai bahan aditif campuran solar.

Tahap berikutnya dengan mengetahui kelarutan dan homogenitas ME dalam solar maka perlu dilakukan analisis dengan spektra IR terhadap solar. Campurkan solar dengan ME dan sampel diambil pada beberapa posisi dalam labu pencampur.

Kandungan Spektra IR hasil campuran solar dan ME menunjukkan adanya spektra nitrat pada 1635 cm-1 berintensitas yang sama pada setiap posisi pengambilan sampel. Hal ini menghasilkan bahwa ME dapat larut sempurna dalam solar yang akan terbentuk campuran homogen. Kelarutan sempurna aditif dalam solar adalah syarat yang mutlak untuk dipenuhi karena pengendapan aditif akan merusak kinerja pompa injektor dan dapat menimbulkan kerak diruang bakar.

  1. Cetane Index (CI) dan Cetane Number (CN)

Metode ASTM D-631 di gunakan untuk menentukan CN dengan menggunakan mesin uji. Selain itu dengan menggunakan angka cetane index dapat juga memprediksi CN yang merupakan fungsi titik didih komponen penyusun solar serta densitas solar. Penambahan ME pada solar menyebabkan kenaikan temperatur distilat sebesar 13% yang diakibatkan oleh penambahan 1,5% ME.

  1. Yield Reaksi

Tahap ini dilakukan sebagai acuan berapa banyak nitrat yang mampu bereaksi dengan metil ester. Perhitungan ini dilakukan menggunakan hasil FTIR dari NH4NO3  serta metil ester nitrat yang telah ditambahkan asam asetat (CH3COOH) untuk sebagi zat pembanding.

Perbandingan hasil spektra menyatakan bahwa asam asetat pada NH4NO3 dan ME muncul pada spektrum 3394 cm-1 dan 3316 cm-1. Spektrum asam asetat yang berguna untuk referensi menghitung NO2 pada ME yakni yang berada pada  3394 cm-1. Dengan data tinggi puncak tiap spektrum dan membandingkan pula tinggi puncak pada spektrum referensi maka diperoleh yield sebesar 73%. Hasil ini menunjukkan sintesis ME menggunakan metode yang dijelaskan sebelumnya cukup efektif karena nilai yield diatas 50%.

Semoga bermanfaat baca juga artikel kami sebelumnya Beberapa Fakta Pertamax Yang Akan Membuat Anda Tercengang !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *