Bahan Bakar Pesawat Terbang Yang Wajib Kalian Tahu!

Bahan Bakar Pesawat Terbang Yang Wajib Kalian Tahu!

BAHAN BAKAR PESAWAT  TERBANG

Pesawat terbang merupakan alat transportasi yang sangat berguna bagi kita, jika kita akan melakukan perjalanan jauh. Jarak yang dapat ditemput oleh pesawat terbang sangatlah tinggi dari antar pulau sampai antar negara dengan satu landasan. Penggunaan pesawat terbang ini sangat nyaman digunakan karna lintasananya ada di udara, tentunya diuadara tidak ada rambu – rambu lalu linta sehingga tidak ada kemacetan diudara. Mungkin pesawat terbang ini salah satu sarana yang cukup mudah digunakan dan lampuan batasannya paling jauh diantara alat transportasi lain. Akan tetapi diantara kalian masih memikirkan bahan bakar apa yang digunakan untuk mesin pesawat terbang.

Hasil gambar untuk pesawat terbang

JENIS-JENIS BAHAN BAKAR PESAWAT UDARA

Beberapa contoh bahan bakar pesawat dan warnanya

1. AVGAS  (Aviation Gasoline)

Avgas merupakan bahan bakar pesawat untuk jenis pesawat bermesin piston engine. Avgas salah satu bahan bakar yang diolah dari gasoline (bensin) yang lebih disempurnakan dari segi volatility,titik didih,titik bekunya dan flash point nya. Avgas tentu berbeda dengan mogas jika avgas digunakan pada pesawat terbang sedangkan mogas (motor gasoline ) digunakan pada kendaraan bermotor seperti sepeda motor atau mobil yang dijual di SPBU dan eceran pinggir jalan. Avgas diklasifikasikan kedalam beberapa jenis diantaranya :

Gambar terkait

a. Avgas 100 / ASTM D-910/ DEF-STAN 91-90

Ciri-ciri AVGAS 100 yaitu oktan tinggi karena ditambahkan zat aditif yaitu lead/timbal dan Avgas 100 berwarna hijau.. Lead atau timbal sangat berbahaya untuk kesehatan manusia.

b. Avgas 100LL

Avgas 100LL berwarna biru sama dengan Avgas 100 tetapi ditambah huruf LL ( Low Lead) type ini memiliki kadar timbal yang lebih sedikit dibanding sebelumnya. jadi lebih aman dibandingkan AVGAS 100.

c. Avgas 82UL / ASTM 6227

Avgas 82UL berwarna ungu biasanya digunakan untuk mesin pesawat yang memiliki rasio kompresi rendah. Jenis Avgas 82UL / ASTM 6227 ini tidak ditambah lead atau timbal untuk meningkatkan angka oktan.

2. Avtur (Aviation Turbine Fuel) / Aviation Kerosene

Jika pada avgas untuk pesawat bermesin piston. Namun, pada avtur untuk pesawat bermesin turbine gas atau jet. Avgas terbuat dari gasoline/bensi sedangkan pada avtur diolah dari kerosene (minyak tanah). Sifat yang terkandung dalam minyak tanah yang dipakai untuk masak dan lampu sentir/lampu teplok ya itulah asalnya avtur. Perbedaan keduanya hanya dari segi kebersihannya dan titik didih serta flash pointnya. Jadi inilah alasan pemerintah membuat kebijakan konversi bahan bakar minyak ke gas. Hal ini karena jika rumah tangga banyak menggunakan minyak tanah untuk memasak maka untuk mengalihkan bahan bakar agar lebih efisien lagi. Avtur tidak memiliki warna / colourless (kiri) atau straw / agak kekuningan (kanan).

Hasil gambar untuk AVTUR

Avtur  biasa dikenal dengan trivial. Akan tetapi setiap negara memiliki nama sendiri-sendiri untuk menamakan avtur di negaranya. Seperti pada nama avtur dikalangan pesawat sipil yang akan berbeda dengan nama avtur untuk tentara NATO,cina,dan lain-lain. Walaupun mereka sama – sama bebahan avtur. Pada Avtur untuk sipil diberi nama Jet A-1,Jet A dan Jet-B. Pada militer didahului dengan huruf JP (Jet Propellant). Untuk nama avru di inggris menggunakan kode DEF STAN 91-91. Sedangkan untuk internasional/testing amerika ASTM D1665. Adapula untuk NATO F-35. Pada Rusia memberi nama TS-1.  Berbeda lagi dengan Cina yang memberi nama RP-1 RP-2 dan sebagainya.

1. Avtur Versi Sipil/Pesawat Komersial/ Untuk Maskapai

Avtur untuk versi sipil dibagi menjadi tiga  yakni Jet-A1, Jet-A,dan Jet-B. Berikut ini adalah tabel perbandingan karakteristik antara Jet A dan Jet A-1. Perbedaan yang paling mencolok adalah freezing point atau titik bekunya. Jika dimana pada Jet A-1 memiliki titik beku paling rendah dibandingkan  Jet-A. Jet B merupakan bahan bakar avtur yang memiliki titik beku paling rendah.terbuat dari campuran kerosene dan gasoline. Untuk pesawat terbang yang memiliki ketinggian terbang cukup tinggi dimana suhunya sangat rendah menggunakan bahan bakar ini seperti pesawat SR-71 Blackbird.

  • Avtur Jet A-1/DEF-STAN 91-91 /F-35/ASTM-D1665

Avtur Jet A-1 merupakan avtur yang paling banyak digunakan untuk pesawat komersil. Avtur jenis ini biasanya digunakan untuk pesawat Garuda,Lion AIr,Citilink,Sriwijaya,dan lain-lain. Avtur jenis ini memiliki komponen kelebihan titik bekunya hingga minus 47 derajat celcius. Kelebihan ini yang sangat mendukung operasi penerbangan pesawat ketika terbang cruising atau terbang jelajah pada ketinggian 30000 feet sampai 40000 feet. Pada ketinggian  tersebut suhu ambient atau freestream mencapai minus 45 derajat celcius. Hal yang terjadi jika pesawat terbang tidak menggunakan avtur Jet A-1 pada saat terbang jelajah adalah pada avturnya akan membeku menjadi es. Inilah yang menyebabkan pesawat akan mengalami kegagalan mesin (engine fail) dan pesawat akan jatuh.

Hasil gambar untuk AVTUR

Spesifikasi di inggris Avtur Jet A-1 disebut DEF-STAN 91-91 sedangkan tentara NATO menyebutnya F-35,dan ASTM Intenasional menyebutnya ASTM D-1665. Meski penyebutan namanya berbeda terapi intinya sama. Membeli avtur di pertamina maupun di perusahaan provider avtur harus melalui prosedur. Avtur jenis ini tidak dijual  pribadi seperti bensin atau solar. Pertamina telah mengemas avtur untuk penerbangan dalam mobil tanki yang siaga di setiap bandara dengan melalui fuel hydrant ataupun drum kemasan 200 liter.

  • Avtur Jet A/ DEF-STAN 91-91/F-35/ASTM-D16

Avtur Jet-A ini memiliki flash point minus 40 dan tidak digunakan pada pesawat-pesawat komersil di Indonesia. Avtur jenis Jet A dipakai untuk pesawat latih ataupun pesawat bermesin jet. Dimana pesawat tersebut yang tidak terbang tinggi karena suhu pada ketinggian rendah sampai 10000 feet tidak seperti pada saat terbang jelajah 30000 sampai 40000 feet.

  • Avtur Jet B/ASTM D-6615/CAN-CGSB 3

Avtur jenis Jet B tidak dipakai di Indonesia karena avtur jenis ini flammability nya sangat tinggi dan digunakan pada daerah cucaca ekstrem. Daerah ekstrim tersebut seperti eropa dan amerika bagian utara yang memiliki temperatur sangat dingin. Avtur jenis Jet B sangat rumit dari segi penyimpanannnya sehingga butuh penanganan ekstra untuk menggunakan avtur jenis ini.

Hasil gambar untuk AVTUR

2.Avtur Versi Pesawat Militer

Avtur versi militer menggunakan simbol JP (Jet Propellant) yang masing –masing mempunyai arti sendiri yakni :

  • JP-4 merupakan avtur yang memiliki titik beku yang sangat rendah. Memiliki sebutan yang berbeda –beda seperti NATO memberi kode avtur ini F-40 dengan sebutan Avtag dan dalam versi sipil,JP-4 ini adalah Jet B.
  • JP-5 adalah avtur berwarna kuning dan memiliki titik beku -46 derajat celcius. Pada NATO memberi kode bahan bakar ini F-44 dengan sebutan Avcat.
  • JP-8 adalah avtur yang banyak digunakan karena JP-8 merupakan Jet A-1 dalam versi sipilnya. Biasanya NATO menyebutnya dengan kode F-34.

Avtur di setiap bandara telah disimpan secara aman oleh provider penyedia bahan bakar. Seperti penyimpanan pada pertamina melalui pertamina aviation yang berada di bandara tersebut.

Gambar terkait

Pengisian Bahan Bakar Pesawat Terbang

Tidak seperti mobil yang mengisi bahan bakar di SPBU namun pada pesawat terbang memiliki beberapa cara mengisi bahan bakar. Ada dua cara pesawat untuk mengisi bahan bakarnya yaitu dengan cara Aerial Refuelling ( pengisian bahan bakar di udara ) dan Ground Refuelling (pengisian bahan bakar di darat atau di bandara ).

1. Aerial Refuelling (pengisian bahan bakar di udara)

Pengisian bahan bakar di udara sering dilakukan oleh pesawat tempur. Meski demikian banyak dilakukan oleh pesawat tempur,tetapi ada juga pesawat kargo yang dapat melakukan aerial refuelling. Pengisian bahan bakar yang seperti ini dilakukan hanya dalam keadaan mendesak. Waktu merupakan menjadi hal yang terpenting bagi pilot tempur karena jika boros dalam waktu,maka pilot akan kehilangan kesempatan untuk menyerang ataupun bertahan dari musuh. Ketika bahan bakar semakin menipis dan jika pilot mengambil tindakan untuk mendarat mengisi bahan bakar . Hal ini akan menyebabkan kehilangan kesempatan waktu untuk menyerang sasaran musuh maka pilot pesawat tempur akan memanggil pesawat tanker atau pesawat refuelling untuk mentransfer bahan bakar di udara.  Dengan cara inilah pilot tempur tidak akan kehilangan banyak waktu dan pesawatnya terisi bahan bakar kembali. Alasan lain penggunaan aerial refuelling juga dilakukan apabila pangkalan atau bandara asal sudah dilumpuhkan musuh dan tidak memungkinkan lagi untuk pulang ke markas. Oleh karenanya, untuk mengisi bahan bakar, pilot akan memanggil pesawat tanker dari pangkalan lain untuk memberikan bahan bakar tambahan di udara.

2. Ground Refuelling (pengisian bahan bakar di darat)

Gambar terkait

Pengisian bahan bakar di darat merupakan pengisian bahan bakar yanga paling umum dilakukan. Pengisian bahan bakar di darat dilakukan dengan dua cara yakni dengan truck tanki dan juga fuel hydrant.

Pengisian Bahan Bakar Dengan Fuel Hydrant

Mengisi bahan bakar dengan truck tanki di gunakan apabila bandara tempat pesawat tersebut parkir tidak memiliki sistem fuel hydrant atau saluran bahan bakar yang dipendam di dalam tanah. Untuk mengisi dengan cara ini harus dilajujan ketika pesawat parkir di apron.  Dan kemudian  mesin telah dimatikan maka saat itulah  truk bahan bakar akan bergerak mendekat dan petugas akan mulai melakukan pengisian bakar.

Cara pengisian bahan bakar baik menggunakan fuel hydrant  atau truk tanki digunakan untuk pesawat penumpang transport yang letak sayapnya tinggi. Awalnya petugas akan mendekatkan ladder atau tangga pengisi bahan bakar pada bagian fuel cap atau penutup tanki bahan bakar yang terdapat pada sayap pesawat. Kalau pesawat kecil yang mana fuel capnya ada di atas sayap maka petugas akan naik ke atas sayap jika sayapnya model high wing. Namun jika sayapnya jenis sayap rendah yang fuel cap nya di atas maka petugas tidak perlu naik. Setelah itu  petugas membuka fuel cap maka petugas akan memasang bagian ujung fuel hose pipe ke lubang fuel cap kemudian di lock. Kemudian petugas akan menghidupkan pompa untuk memopa bahan bakar ke pesawat. Pengisian bahan bakar tidak sembarangan dan harus didampingi flight dispatcher atau FOO karena berpengaruh terhadap keseimbangan pesawat.

Hasil gambar untuk Fuel Hydrant

Pemeriksaan Kualitas Bahan Bakar Pesawat ?

A. Pengecekan Tanpa Mengembalikan Bahan Bakar Uji Ke Tanki Atau Metode Hydrokit

Pengecekan tanpa mengembalikan bahan bakar uji kedalam tanki merupakan pengecekan yang dilakukan sekali pakai. Jadi pada bahan bakar yang telah diuji hanya digunakan sebagai sample saja dan tidak dikembalikan ke tanki bahan bakar. Metode ini sangat akurat karena menggunakan metode kimia akan tetapi kelemahannya yaitu bahan bakar sisa pengujian jika tidak dibuang secara benar dapat mencemari lingkungan. Metode ini biasanya menggunakan alat yang disebut hydrokit.

1. Shell Water Detector

Hasil gambar untuk Shell Water Detector

Shell water detector ini merupakan cara mengukur kadar air dalah avtur dengan alat yang diproduksi oleh shell aviation. Teknik pengukuran menggunakan metode shell water detector menggunakan kapsul,pompa suntik,dan kertas sebagai pembanding. Langkah  -langkah untuk  memeriksa avtur dengan shell water detector adalah :

  • Sebelumnya siapkan avtur kedalam toples kaca bening.
  • Uji kapsul detector digunakan untuk memastikan kertas yang terdapat pada kapsul berwarna kuning. Jika tidak berwarna kuning maka kapsul harus diganti yang baru.(di usahakan ketika melakukan cek kadar air menggunakan sarung tangan dan kondisi kering tidak lembab).
  • Kemudian pasang kapsul pada ujung suntikan,kemudian celupkan ujung suntikan kedalam avtur yang akan diuji di toples tadi.
  • Setelah itu tarik pompa suntikan perlahan-lahan untuk menyedot avtur kedalam suntikan yang ada kapsulnya sampai 5 mililiter.
  • Tahap terakhir periksa warna kapsul tersebut. Jika terdapat warna hijaunya atau sedikit saja terdapat bercak hijau. Dapat disimpulkan avtur tersebut jangan digunakan karena banyak mengandung air yang bisa menyebabkan mesin pesawat mogok (engine fail).

2.Velcon Hydrokit

Velcon hydrokit merupakan metode pengukuran kadar air dengan sistem perbandingan warna antara avtur dengan kertas indikator. Velcon hydrokit adalah  metode pengukuran kadar air yang paling simple dan paling banyak digunakan. Langkah-langkah pengukuran kadar air dengan velcon hydrokit sebagai berikut :

  • Terlebih dahulu siapkan toples atau tempat untuk menampung avtur dan pastikan tempat tersebut bersih.
  • Ambilah avtur yang akan diukur kadar airnya ke dalam toples.
  • Beri tekanan tabung uji ke dalam toples yang terisi avtur.
  • Setelah tabung terisi tahap selanjutnya menggoyangkan tabung agar bubuk di dalam tabung tercampur dengan avtur.
  • Tunggulah selama dua menit untuk mengetahui perubahan warna antara reaksi avtur dengan bubuk di dalam tabung uji.
  • Jika warna campuran pada bubuk dengan avtur berubah menjadi pink atau lebih gelap,maka avtur tersebut tidak bisa digunakan untuk pesawat karena terdapat kandungan air lebih dari 15/30 ppm. Akan tetapi jika berwarna putih maka avtur bisa digunakan untuk pesawat.

B. Pengecekan Dengan Mengembalikan Bahan Bakar Uji Ke Tanki Atau Fuel Drain Check

Gambar terkait

Metode ini biasa disebut pre flight drain check atau fuel drain check. Metode ini merupakan metode  yang paling sering digunakan oleh pilot sebelum terbang. Pada umumnya metode ini, pilot mengambil sample bahan bakar dari dalam tanki bahan bakar atau fuel drain. Metode jenis ini lebih ramah lingkungan karena jika bahan bakar yang diuji tidak mengandung air. Oleh karena itu bahan bakar tersebut bisa dikembalikan ke dalam tanki pesawat. Beberapa alat yang digunakan oleh metode ini adalah Gats JAR,Multi sump drain, Jeppesen & ASA Fuel Tester.

Pengecekan dengan metode tersebut terbilang sangat mudah dan praktis. Bahan bakar yang mengandung air dapat  terlihat pada bagian bawah tester karena berat jenis air lebih tinggi daripada berat jenis avgas atau avtur. Jika ada kandungan air maka baha bakar tersebut tidak digunakan. Namun,  jika tidak mengandung air,maka bahan bakar tersebut dapat dikembalikan kembali ke tanki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *