Berbagai Hal Mengenai AKI Hingga Cara Kerjanya !

Berbagai Hal Mengenai AKI Hingga Cara Kerjanya !

Bagi anda pecinta dunia otomotif tentunya bukan hal yang asing mengenai aki atau akumulator. Akumulator (AKI) ini merupakan sebuah alat yang dapat menyimpan energi yakni umumnya energi listrik dalam bentuk energi kimia. Contoh aki ini seperti baterai dan kapasitor. Di Indonesia, sendiri kata akumulator hanya dimengerti sebagai “baterai” mobil. Sedangkan di dalam bahasa Inggris, kata akumulator dapat mengacu kepada baterai, kapasitor, kompulsator, dll. Namun pernahkah anda mengetahui cara kerja aki ? jika belum maka berikut ini adalah penjelasan cara kerja aki.

Cara Kerja Aki

Dalam proses kerjanya terdapat dua istilah dalam aki atau baterai kendaraan yakni :

1. Discharge

Gambar terkait

Proses pengeluaran arus listrik dari baterai inilah yang disebut discharge. Proses ini secara otomatis akan terjadi apabila rangkaian kelistrikan dalam posisi tertutup (rangkaian positif dan negative baterai terhubung). Dampak dari proses discharge ini akan menguras daya listrik didalam baterai sehingga aki akan kosong.

2. Recharge

Lain halnya dengan Recharge yang merupakan proses pengisian arus kedalam aki, proses ini mirip seperti saat anda melakukan pengisian daya ponsel. Dimana arus akan dialirkan akan menuju terminal negative dan positif sehingga daya baterai akan kembali terisi. Kemudian nantinya aki kembali bisa digunakan. Proses ini termasuk juga secara otomatis aktif saat mesin dihidupkan. Hal ini karena proses recharge menggunakan altenator sebagai pengisi daya aki. Oleh sebabnya meskipun  aki mobil atau motor kita tidak pernah di charge, aki tidak akan tekor.

Pengeluaran Dan Pengisian Arus Aki

Pastinya aki atau baterai terbiasa menggunakan reaksi kimia untuk melakukan dua proses diatas. Jika di ilustrasikan saat discharge terjadi reaksi kimia yang menghasilkan aliran listrik keluar dari baterai. Sedangkan saat dilakukan pengisian arus masuk ke aki akan memicu terjadinya reaksi kimia yang mengembalikan aki ke kondisi semula.

1. Reaksi kimia aki pada saat pengeluaran

Perlu kita ketahui aki ini terdiri dari larutan elektrolit (H2SO4), plat positif (PbO2), dan kutub negative (Pb). Pada saat pengeluaran arus maka akan terjadi reaksi kimia seperti berikut :

Dimana,  PbO2 + 2H2SO4 + Pb = PbSO4 + PbSO4 + 2H2O

Reaksi tersebut bisa dibaca yakni saat arus listrik keluar maka oksigen (O2) pada plat positif akan terlepas sehingga plat positif berangsung menjadi Pb. Saat itu juga larutan elektrolit akan terurai. Larutan elektrolit terdiri atas air dan asam sulfat. Asam  sulfat ini akan menempel pada terminal baterai negative (Pb) dan plat positif (yang menjadi Pb karena oksigen terlepas). Sehingga pada saat aki terus digunakan maka larutan didalam aki akan menjadi hanya air. Jika  ini terjadi maka aki sudah sangat lemah dan aki tidak dapat mengeluarkan arus lagi. Kemudian disarankan karena kondisinya sudah seperti ini maka langkah pengisian harus dilakukan.

Hasil gambar untuk aki

2. Reaksi aki pada saat pengisian arus

Tahap pengisian dilakukan untuk mengembalikan kondisi aki ke posisi semula yang artinya mengembalikan asam sulfat yang menempel pada plat aki agar kembali terlarut dalam air serta mengikat oksigen pada plat positif. Reaksi aki saat proses pengisian arus adalah sebagai berikut :

Dimana, PbSO4 + PbSO4 + 2H2O = PbO2 + 2H2SO4 + Pb

Pada saat arus listrik dari sumber listrik dihubungkan ke plat aki maka molekul air akan terurai menjadi oksigen dan hydrogen. Selain itu Ion asam sulfat pada plat positif akan beralih ke plat negative dan Oksigen akan melekat pada plat positif aki. Hal ini yang menyebabkan plat positif kembali membentuk PbO2. Sedangkan pada  ion hydrogen yang lebih dekat dengan plat negative akan menarik ion asam sulfat (SO4-) . Ini yang menyebabkan  larutan didalam aki kembali ke bentuk H2SO. Seterusnya selama proses aki tersebut berlangsung hingga aki tekor. Hal lainya  Aki tekor sebenarnya menunjukan kondisi dimana elektrolit aki dalam kondisi kurang sempurna (berat jenis kurang) sehingga reaksi kimia tidak terjadi seperti yang dituliskan diatas.

Gambar terkait

Penyebab Aki Meledak

Maraknya kasus aki meledak saat di charge itu sering terjadi khususnya pada aki tipe basah. Hal Ini karena saat proses pengisian, terjadilah pelepasan ion hydrogen dan oksigen. Pada kedua ion ini akan menguap melalui ventilasi aki pada tutup masing-masing sel. Perlu kita tahu  bahwa hydrogen merupakan gas yang mudah terbakar dan oksigen sendiri akan mempercepat proses pembakaran. Hal yang terjadi  saat aki sedang di isi lalu ada percikan api disekitarnya maka api tersebut akan membakar ion hydrogen dan menyambar hydrogen didalam aki yang jumlahnya cukup banyak. Dan hasil pembakaran didalam aki tersebut akan menghasilkan sebuah ledakan yang tentunya cukup membahayakan bagi siapapun didekat aki.

Reaksi Kimia Aki Kering Dan Aki Basah

Reaksi kimia pada aki basah itu menggunakan elektrolit lebih padat yang  biasanya berbentuk jel  bertujuan agar proses penguapan hydrogen tidak sebesar pada aki basah sehingga minim resiko meledak.

Perbedaan Aki Basah Dan Aki Kering

1. Aki Basah

Aki jenis ini sudah lama digunakan pada kendaraan motor dan aki jenis ini sangatlah umum dipasaran. Dengan menggunakan Elektroda berbentuk cair (air) sehingga aki jenis ini lebih cepat mengalami penguapan. Oleh karena itu kita harus melakukan pengecekan rutin terhadap ketinggian air elektrodanya selain itu aki basah harus berposisi tegak. Dikarenakan  jika posisinya miring akan sedikit atau terkena banyak guncangan sehingga air akinya lebih mudah tumpah dan dapat menyebabkan beberapa komponen di sekitarnya jadi berkarat. Tanda lain bahwa aki basah mengalami kerusakan berat yaitu ketika aki sudah tidak mau menampung daya listrik lagi. Seperti halnya ketika kita isi ulang dan cas aki tersebut namun aki tetap tidak bisa berfungsi secara normal. Dibalik semua  kekuranganta aki basah dapat diisi ulang dan digunakan berkali-kali tapi perlu perawatan yang ekstra.

Gambar terkait

Cara perawatan aki basah

  • Periksalah keadaan aki secara berkala, apakah ada keretaan pada aki tersebut. Sebab aki adalah bagian vital biasanya pabrikan motor biasannya meletakkan aki dibagian tersembunyi agar lebih aman.
  • Selanjutnya cek ketinggian air secara rutin. Hal ini bertujuan agar Aki lebih awet dan sel-sel tidak mengering. Maka pastikan agar ketinggian air tidak kurang dari ketinggian minimal (batas lower) yang ditentukan atau malah sampai kehabisan.
  • Bila pada aki kehabisan air elektroda segeralah isi ulang tetaapi jangan sampai melibihi batas upper aki tersebut.
  • Kemudian bersihkan sisi kutub + dan – dari kerak biasanya terjadi karena guncangan berlebihan pada aki. Serta menimbulkan salju putih pada kedua kutub dan juga menyebabkannya berkarat.
  • Tahap terakhir periksa kiprok kendaran kamu pren. Bilaaki kamu tergolong masih bagus tetapi cepat kehabisan daya ada baiknya kamu periksa bagian kiprok.

2. Aki Kering

Gambar terkait

Kemajuan era globalisasi menyebabkan aki jenis ini banyak dipilih oleh banyak pabrikan otomotif. Oleh karena itu saat ini banyak kendaraan bermotor yang menggunakan sistem “fuel injection”. Pada motor jenis ini membutuhkan daya listrik yang lebih kuat dan juga stabil.  Selain itu Aki yang biasa di sebut aki MF (Maintenance Free) ini menggunakan gel elektroda sehingga ketika dalam kondisi cuaca dan suhu panas sekalipun. Perlu kita ketahui  aki jenis ini lebih minim penguapannya dibanding aki basah. Maka  penggunaannya lebih tahan lama serta lebih praktis. Aki kering ini juga minim perawatan karena kita tidak harus selalu mengecek kondisi air elektroda yang ada pada aki ini. Biasanya aki ini cenderung sekali pakai jadi jika daya sudah habis maka aki tidak bisa di cas dan  harus di ganti baru. Namun aki kering juga harus diberikan perawatan agar lebih tahan lama.

Cara Perawatan Aki Kering

  • Pertaman usahakan kendaraan digunakan sesering mungkin minimal dipanaskan setiap hari. Jika memang terpaksa tidak di gunakan untuk waktu yang lama lebih baik cabut aja kabel akinya.
  • Selanjutnya anda harus selalu gunakan elektrik starter kecuali saat mengunakan motor di pagi hari atau awal penggunaan motor settelah berdiam lama. Dan lebih dianjurkan menggunakan kick starter (starter pancal) karena untuk membantu mempercepat pemompaan oli.
  • Namun jika dalam sekali starter mesin tidak nyala maka tunggu beberapa saat untuk menekan tombol starter tersebut kembali. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan kondisi aki terlebih dahulu dan sebaknya jangan terus-terusan di pencet.
  • Bila daya aki sudah mengalami penurunan maka aki kering bisa di cas ulang dengan alat tertentu. Akan tetapi pada bagian atau sel aki tidak ada yang rusak.

Kelebihan Dan Kekurangan Kedua Jenis Aki

1. Aki Kering

Kelebihan

  • Dapat langsung dipakai tanpa harus disetrum
  • Tanpa perlu mengisi air aki karena menggunakan gel
  • Tak membutuhkan isi ulang
  • Tidak cepat merusak kerangka mesin karena pada saat pengisian ulang dari regulator pada saat mesin menyala dan tidak menguap
  • Tegangan yang dihasikan lebih stabil

Kekurangan

  • Tentunya harga lebih mahal sedikit jika dipasaran aki basah harga Rp 100 ribu, maka harga aki kering Rp 150 ribu. Baca juga artikel tentang harga pertamax
  • Air aki berwarna biru tidak bisa ditambah karena tersegel

Hasil gambar untuk aki kering

2. Aki Basah

Kelebihan

  • Sama dengan aki kering yakni bisa langsung dipakai tanpa harus disetrum
  • Harga lebih ekonomis
  • Jika terjadi kerusakan aki bisa diperbaiki dengan menguras air aki sampai bersih. Lalu cuci hingga endapannya habis dan keringkan dengan dijemur dalam posisi terbalik. Kemudian setelah kering isi kembali dengan air aki dan setrum aki sampai 60 menit baru pasang kembali ke mobil/motor.
  • Jenis aki ini lebih hemat karena bisa diisi ulang
  • Air aki berwarna biru bisa ditambah

Kekurangan

  • Diharuskan mengisi air aki
  • Perlu isi ulang air aki apabila sudah habis
  • Tegangan yang dihasilkan kurang stabil

Jenis – Jenis AKI

Setelah kita mengetahui berbagai macam cara kerja aki, kali ini kami akan memberikan pengetahuan tentang jenis –jenis aki.

1) Aki Basah

Tentunya seperti pembahasan sebelumnya, saat ini aki yang populer digunakan adalah aki model basah yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4). Jenis aki ini memiliki lubang dengan penutup yang berfungsi untuk menambah air aki saat ia kekurangan akibat penguapan saat terjadi reaksi kimia antara sel dan air aki. Pada sel-selnya menggunakan bahan timbal (Pb). Kelemahan pada aki jenis ini adalah pemilik harus rajin memeriksa ketinggian level air aki secara rutin. Cairannya  memiliki sifat sangat korosif. Kemudian pada uap air aki mengandung hydrogen yang cukup rentan terbakar dan meledak jika terkena percikan api. Jenis aki ini memiliki sifat self-discharge paling besar dibanding aki lain sehingga harus dilakukan penyetruman ulang saat ia didiamkan terlalu lama.

2) Accu Hybrid

Aki hybrid tak jauh berbeda dengan aki basah. Namun bedanya terdapat pada material komponen sel aki. Hal lainnya pada aki hybrid selnya menggunakan low-antimonial pada sel (+) dan kalsium pada sel (-). Aki ini memiliki performa dan sifat self-discharge yang lebih baik dari aki basah konvensional.

Hasil gambar untuk Accu Hybrid

3) Accu Calcium

Pada aki jenis ini baik (+) maupun (-) mengunakan material kalsium dan  memiliki kemampuan lebih baik dibanding aki hybrid. Selain itu tingkat penguapannya pun lebih kecil dibanding aki basah konvensional.

4) Accu Bebas Perawatan/Maintenance Free (MF)

MF ini dikemas dalam desain khusus yang mampu menekan tingkat penguapan air aki. Pada uap aki yang terbentuk akan mengalami kondensasi sehingga kembali menjadi air murni. Yang mana menjaga level air aki selalu pada kondisi ideal sehingga tak lagi diperlukan pengisian air aki. Aki MF ini terbuat dari basis jenis aki hybrid maupun aki kalsium.

5) Accu Sealed (Aki tertutup)

Pada aki tertutup selnya terbuat dari bahan kalsium yang disekat oleh jaring berisi bahan elektrolit berbentuk gel/selai dan dikemas dalam wadah tertutup rapat. Aki  ini biasanya kerap dijuluki sebagai aki kering. Memiliki sifat pada elektrolitnya memiliki kecepatan penyimpanan listrik yang lebih baik. Dikarenakan sel terbuat dari bahan kalsium maka aki ini memiliki kemampuan penyimpanan listrik yang jauh lebih baik seperti pada aki jenis calsium pada umumnya. Kaena  aki tertutup ini memiliki self-discharge yang sangat kecil sehingga aki sealed ini masih mampu melakukan start saat didiamkan dalam waktu cukup lama. Pada kemasannya yang tertutup rapat membuat aki jenis ini bebas ditempatkan dengan berbagai posisi tanpa khawatir tumpah. tetapi karena wadahnya tertutup rapat pula aki seperti ini tidak tahan pada temperatur tinggi sehingga dibutuhkan penyekat panas tambahan jika ia diletakkan di ruang mesin.

Komponen- Komponen Pada AKI

Didalam aki terdapat beberapa komponen yang harus kamu ketahui. Berikut ini adalah Komponen-Komponen aki :

1) Kotak aki

Gambar terkait

Komponen ini berfungsi sebagai rumah atau wadah dari komponen aki yang terdiri atas cairan aki, pelat positif dan pelat negatif berikut separatornya.

2) Tutup aki

Leaknya berada di atas dan berfungsi sebagai penutup lubang pengisian air aki ke dalam wadahnya. Inilah yang menyebabkan  aki tidak mudah tumpah. Pada jenis aki kering tertentu tidak ada komponen ini dan kalaupun ada tidak boleh dibuka.

3) Lubang ventilasi

Pada tipe konvensional terletak di samping atas dan ada slangnya yang berfungsi untuk memisahkan gas hydrogen dari asam sulfat serta sebagai saluran penguapan air aki. Sedangkan pada tipe MF terjadi gas hydrogen dikondisikan lagi menjadi cairan sehingga tidak dibutuhkan lubang ventilasi.

4) Pelat logam

Pelat logam ini Terdiri dari pelat positif dan negatif. Pada pelat positif dibuat dari logam timbel preoksida (PbO2). Sedangkan pada pelat negatif dibuat dari logam timbel (Pb).

5) Air aki

Terbuat dari campuran air (H2O) dan asam sulfat (SO4).

6) Separator

Letaknya di antara pelat positif dan negatif dan  bertugas untuk memisahkan atau menyekat pelat positif dan negatif agar tidak saling bersinggungan yang dapat menimbulkan short alias hubungan arus pendek.

Hasil gambar untuk Separator aki

7) Sel

Sel ini adalah ruangan dalam wadah bentuk kotak-kotak yang berisi cairan aki, pelat positif dan negatif berikut seperatornya.

8) Terminal aki

Letaknya berada di atas wadah dikarenakan merupakan ujung dari rangkaian pelat-pelat yang nantinya dihubungkan ke beban arus macam lampu dan lainnya. Pada bagian ini terdiri dari terminal.

Demikianlah penjelasan tentang AKI pada kendaraan. Semoga bermanfaat 🙂

baca juga Cara menggunakan BBM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *