Dampak Yang Ditimbulkan Bahan Bakar Fosil Yang Bisa Menghancurkan Anak Cucu Kita

Dampak Yang Ditimbulkan Bahan Bakar Fosil Yang Bisa Menghancurkan Anak Cucu Kita

Bahan bakar fosil merupakan penyebabutama terjadinya pemanasan global yang sedang mendunia ini, pastinya diantara kalian sudah terbiasa dengan istilah bahan bakar fosil ini karena indonesia sangat senter dengan bahan bakar fosil. Walaupun demikian kita sendiri belum mengerti benar tentang  asal mula dari bahan bakar fosil dan asal mula terbentuknya bahan bakar fosil tersebut sehingga dapat berguna bagi manusia.

Hasil gambar untuk bahan bakar fosil

Bahan bakar fosil digunakan untuk misalnya saja minyak bumi, gas alam, dan juga batu bara. Tentu saja bahan bakar fosil ini sangat di butuhkan oleh masyarakat pada umumnya di kehidupan sehari – hari mengenai energi yang dapat di hasilkan. Minyak bumi, batu bara dan gas alam merupakan hal terpenting dalam pengoperasian sektor peternakan , pertanian, kuliner kegiatan ekonomi lainnya terutama di bidang transportasi. Jika bahan bakar fosil tidak tersedia tentunya ke 3 produk  tersebut tidak ada yang terjadi adalah keterhambatan aktivitas sehari – hari bahkan bisa jadi kita akan kembali ke jaman purba.

Gambar terkait

Mesin uap ditemukan pada saat masa revolusi industri karena kemajuan industri menyebabkan manusia semakin pandai dalam menciptakan yang mampu menolong kebutuhannya atau sebagai alat peringan kebutuhannya. Setelah terciptanya mesin uap munculah kendaraan lain seperti pesawat terbang, kereta api dan juga mobil. Kemunculan pembuatan kendaraan tersebut pastinya menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama yang dapat menggerakan roda sehingga mempermudah akses manusia dalam transportasi antar tempat.

Dampak yang terjadi saat kita terlalu banyak menggunakan bahan bakar fosil pastinya ada, yakni bahan bakar fosil ini salah satu penyebab efek rumah kaca yang mana bahan bakar fosil tersebut membuahkan hasil berupa karbondioksida atau dalam bahasa kimia disebut CO2. Hal ini yang dapat menghalangi panas matahari dimana seharusnya panas matahari di pantulkan keluar angkasa namun dalam kejadian efek rumah kaca ini panas matahari tidak dapat dipantulkan melainkan akan terjebak di bumi sehingga mengakibatkan suhu di bumi terlalu panas seperti yang kita rasakan sehari – hari.

Dari uraian diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa Bahan bakar fosil merupakan materi alami yang berada di perut bumi dan dapat menghasilkan energi, materi tersebut berupa gas alam, batu bara, dan minyak. Kata fosil itu sendiri berasal dari istilah “fossils are what remains of plants or animals that lived long, long ago” artinya bahwa fosil merupakan sisa – sisa tanaman atau hewan yang hidup pada jaman dahulu (purba).

Gambar terkait

Sumber fosil yang paling mudah kita ketahui seperti sisa – sisa daun – daunan dan juga bangkai binatang yang cukup kecil yang hidup jutaan tahun lamanya dan juga seperti karang atau batu – batuan saat ini. Perlu kita ketahui bahwa kejadiann yang ditimbulkan dari sisa – sisa makhluka hidup yang jutaan tahun lamanya telah mari serta tertimbun di dasar laut  ataupun sungai dalam satu lapisan yang biasa disebut sendimen akan menyebabkan terbentuknya minyak bumi dan gas alam.

Sendimen mrupakan material – material yang terkubur oleh air dan tenggelam di dalam laut seperti batu – batuan didalam tanah yang mana dengan berjalannya waktu lampisan sendimen akan muncul dengan sendirinya dan tercipta tekanan serta panas. Fosil dapat teruai dengan mudah pada lingkungan yang cukup intens dan dinamis  atau biasa disebut decomposed. Setelah terkumpul decomposed tersebut akan membentuk sebuah kelompok atau sebuah compound yang terdiri dari beberapa jenis elemen golongan, yang mana elemen tersebut  terpisah kemudian saat sudah mencapi jutaan tahun lamanya compound ini akan menghasilkan minyak bumi ataupun gas alam.

Hasil gambar untuk bahan bakar fosil

Hampir sama seperti kedua bahan alam tersebut yakni minyak bumi dan gas alam, batu bara juga terbentuk dengan proses yang serupa tetapi yang membedakan dengan kedua bahan tersebut adalah pada pembentukan batu bara ini bersumber dar materi sisa – sisa pepohonan dan juga tanaman yang mana materi tersebut sudah terkubur dalam rawa – rawa atau wer swamp lands pada jutaan tahun lamanya.

Tekanan dan panas pada lapisan dapat menampung fosil yang sudah disebutkan pada paragraf sebelumnya akan menyebabkan suatu reaksi kimia atau biasa disebut dengan chemical reaction. Dalam prosesnya dimana oksigen akan dipaksa terdorong keluar kemudian disisi lainya banyak sisa karbon yang di tinggalkan peristiwa ini disebut dengan pembentukan batu bara atau coal.

Bahan bakar fosil merupakan pusat sumber daya yang tidak bisa terbarukan karena seperti yang dijelaskan diatas bahwa terbentuknya sebuah bahan bakar fosil sangat memerlukan waktu yang cukup lama hingga jutaan tahun hal ini yang menyebabkan bahan bakar fosil tidak dapat terbatukan. Hal yang membuat kita tercengang adalah sumber daya ini cepat habis daripada terbentuk yang baru atinya ada kesenjangan dimana bahan bakar fosil ini cepat habis karena banyak digunakan namun untuk ketersediaanya memerlukan waktu yang cukup lama. Meski demikian tentunya pemakaian bahan bakar fosil tentunya menyebabkan masalah – masalah lingkungan waluaupun peningkatan kebutuhan menggunakan bahan bakar fosil cukup tinggi. Untuk membantu meningkatan kebutuhan energi bagi masyarakat di bentukalh sebuah gerakan global  menuju pembangkitan energi terbarukan.

Gambar terkait

Beberapa banyak jenis senyawa hidrokarbon atauterbarukan dalam bahan bakar tertentu yang pasti jenis senyawa tersebut cukup banyak.  Pada sebuah bahan bakar yang di berikan kandungan hidrokarbon didalamnya akan menjadikan bahan bakar tersebut memiliki karakter dan sifat seperti halnya  titik didih, kepadatan, titik beku , kekentalan , tekstur dan lain sebagainya. Pada sebagian bahan bakar gas alam terkandung beberapa komponen misalnya saja komponen gas dengan titik yang cukup rendah., contoh lainnya seperti bensin dan solar yang memiliki kandungna komppnen didalamnya dengan titik didih yang lebih unggul.

Pentingnya sebuah bahan bakar fosil bagi kehidupan sehari –hari dikarenakan pada bahan bakar fosil ini jika dibakar atau di oksidasi menjadi karbon dan air bahan bakar ini akan menjadi energi yang cukup besar pada persatuan beratnya. Pada masa pra sejarah manusia menggunakan batu bara sebagai bahan bakar yakni biasa digunakan oleh  sebagian manusia pra sejarah untuk proses pencairan bijih logam. Selain itu ternyata hidro karbon dengan sedikit kepadatan juga sudah digunakan pada jaman dahulu atau jaman kuno  dalam penggunakannya bahan tersebut biasa digunakan untuk bahan anti air ataupun balsem.

Pada minyak mentah berat tentunya lebih kental dari pada minyak mentah pada biasanya. Pasir aspal yang merupakan bitumen yang di campur dengan pasir dan tanah liat, yang mana hasil tersebut digunakan sebagai sumber bahan bakar fosil yang sangat penting. Bahan sejenis landas minyak merupakan batuan yang melaui proses endapan didalamnya terkandung sebuah kerogen. Kerogen sendiri merupakan sebuah campura komplek senyawa organik yang memiliki berat molekul besar dimana dapat menghasilkan minyak mentah sintetis ketika sedang  dipanaskan proses ini biasa disebut dengan pirolisis. Namun perlu anda ketahui pada saat sekarang bahwa bahan bakar ini belum dapat dieksploitasi secara komersil. Pada umunya Bahan bakar ini digunakan sebagai pembakaran internal pada mesin, pembangkit listri dengan menggunakan bahan bakar fosil dan fungsi lainya.

Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Hasil gambar untuk bahan bakar fosil

Kincir air dan angin adalah alat yang digunakan sehari – hari  pada abad ke 18  yang mana dalam penggunaanya di gunakan untuk memotong kayu dan juga menggiling tepung . jika dilihat dari secara menyeluruh penggunaan bahan bakar fosil pada mulanya diawali oleh batu bara yang kemudian dilanjutkan minyak bumi. Keduanya di gunakana untuk memberi energi pada mesin uap memungkinkan revolusi industri terjadi. Pada saat yang berasamaan penggunaan cahaya gas dengan bahan gas alam dan gas batu bara meluas. Pada masanya penemuan mesin pembakaran internal yang digunakan pada mobil dan truk mampu menjadikan peningkatan kebutuhan bensin dan solar menjai tinggi, tentunya kedua bahan bakar tersebut adalah dibuat dari bahan bakar fosil. Selain itu pada bahan bakar fosil juga dibutuhkan pada kendaraan lain seperti kereta api dan pesawat. Selanjutnya bahan bakar fosil ini digunakan sebagai pembakit listrik dan industri biokimia. Jika kita melihat penggunaan pada jalur tranportasi tentunya pada aspal yang berasal dari ekstraksi minyak bumi digunakan untuk pembuatan jalan.

Pada masa sekarang ini di dunia ada persediaan sebuah batu bra yang sangat besar yakni sebesar 905 milyar metrik ton yang jika disetarakan dengan 4416 milyar barel atau sekita 702,1 km3 minyak bumi. Selain itu pada persediaan minyak bumi sendiri adalah sebanyak 1119 milyar  barel (177,9 km3) sampai dengan 1317 milyar barel (209,4 km3). Namun pada gas alam persediaannya sekarang ini lebih sedikit dari keduanya yakni sekitar 175 – 181 triliun meter kubik atau setara dengan 1161 miliar barel minyak bumi. Persediaan ini bisa dikategorikan fantastis namun perlu kita ketahui penduduk di setiap negara tentunya jika digabungkan akan banyak dengan demikian perlunya adanya penghematan pada penggunaan bahan bakar fosil tersebut mengingat terbentuknya bahan bakar ini memerlukan waktu yang cukup lama.

Produksi Bahan Bakar Fosil

Gambar terkait

Pada tahun 2006 produksi bahan bakar fosil sebagai berikut :

Gas alam di produksi dengan pencapaian sebesar 19 juta barel ekuivalen minyak per hari. Pada batu bara diproduksi sampai memenuhi angka 52 juta barel ekuivalen minyak per hari sedangkan untuk minyak bumi di produksi sebesar 84 juta barel perhari. Pada saat ini diperkirakan jumlah cadangan minyak dunia cukup banyak yang dapat digunakan untuk 34 tahun lamanya di hitung dari 2011. Sementara itu untuk gas alam di analisis jumlah cadangan mampu untuk  52 tahun lagi sedangkan  batu bara memiliki angka keberlangsungan yang cukup tinggi yakni di prediksi bahwa batu bara dapat mencukupi kebutuhan sampai dngan 139 tahun lagi.

Dampak Terhadap Lingkungan

Gambar terkait

Penyebab emisi gas efek rumah kaca berasaal dari pembakaran fosil dengan pencapaian  sebesar 90% dampak ini di alami di wilayah amerika serikat. Hal yang perlu kita  ketahui bahwa pembakaran bahan bakar fosil ini menghasilkan pencemaran selain efek rumah kaca yakni seperti sulfurr dioksida, nitrogen dioksida , logam berat bahkn dapat menimbulkan senyawa organik yang cukup berbau.

Selain diamerika serikat, diwilayah lain seperti kanada  memiliki sektor listrik sudah menjadi sektor industri yang sedikit unik hal ini dikarenakan pada sektor industri listrik kontribusi emisinya sangat unggul dampak terhadap udara. Pada pembangkitan listrik dapat menghasilkan sulfur dioksida dalam jumlah yang besar di teruskan pada nitrogen dalam jumlah yang besar pula. Kedua hasil dari pembangkitan listrik tersebut menimbulkan terjadinya hujan asam dan kabut bahkan dapat menyebabkan terbentuknya materi bubuk halus. Di kanada sumber industri tersebut adalah sumber industri yang paling banyak menghasilkan pencemaran dan tidak dapat di  kendalikan. Selain itu pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar fosil juga dapat berpengaruh dalam keragaman habitat spesies  sebab bahan bakar fosil ini dapat memancarkan karbon dioksida (CO2) yang mana karbon dioksida ini berperan dalam perubahan cuaca. Dampak lain yang di timbulkan juga berpengaruh pada keragaman hayati dan air ini dikarenakan  bendungan dan transmisi berpengaruh langsung terhadap keduanya. Menurut seorang  ilmuwan dari amerika serikat penggunaan bahan bakar fosil ini juga penyebab utama terjadinya peristiwa pemanasan global yang merugikan bumi. Prosentase yang dicapai pembakaran bahan bakar fosil dalam mempengaruhi pemanasan global  cukup tinggi yakni kisaran 99 % artinya bahwa penggunaan bahan bakar fosil ini membuat dampak negatif yang cukup besaar bagi manusia.

Kandungan

Gambar terkait

Bahan bakar fosil ini didalamnya terdapat kandungan radio aktif yakni yang paling utama uranium dan thorium yang dapat dilepaskan di atmosfer. Pada tahun 2000  sebanyak 12  ribu ton thorium dan 5  ribu ton uranium telah di udarakan peristiwa ini disebabkan karena pembakaran batu bara di dunia. Pada perkiraan saat tahun sebelumnya yakni pada tahun 1982 terjadinya batu bara oleh negara amerika serikat menyebabkan pelepasan radio aktif sangat besar di atmosfer bahkan di perkirakan lebih besar dari tahun 2002 dan hal lain yang perlu anda ketahui bahwa pelepasan radioaktid yang disebabkan oleh pembakaran di amerika serikat lebih tinggi bahkan lebih dari 155 kali radio aktif di tahun 2000 pada pelepasan di atmosfer. Meski demikian radio aktiv yang dihasilkan dari pembakaran  batu bara tidak mempunyai dampak nyata secara fisiologis terhdap manusia. Selain itu pembakaran yang disebabkan oleh peembakaran batu bara ini menjadikan beberapa abu dasar dan abu terbang.

Bahan Bakar Fosil Di Indonesia

Gambar terkait

Di indonesia sendiri merupakan produsen gas alam yang cukup tinggi, pada saat ini produk nasional gas alam di indonesia mencapai 78, 8 miliar meter kubik atau bcm . dan yang perlu kita ketahui bahwa indonesia sendiri merupakan produsen gas alam yang paling banyak di seluruh negara asia tenggara.

Tentunya komoditas ini adalah ekspor terbesar kedua setelah batubara akan tetapi akhir – akhir tahun ini  jumlah produksi pada gas alam mengalami cuku penurunan oleh karena itu pemerintah mengambil upaya agar ekspor gasa alam lebih baik di tekankan atau dibatasi. Pastinya negara indonesia memiliki opportunity yang besar dalam komoditas ekspor sektor batu bara dan gas alam yang mana eskpor tersebut dapat memberi untung pada devisa negara. Namun yang menjadi pertanyaan bagaimana kedepannya jika indonesia mengekspor bahan bakar fosil sebab tentunya bahan bakar ini di butuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkannya. Menurut data energi yang dihasilkan dari badan pengkajian dan penerapan teknologi bahwa negara indonesi di prediksikan akan dapat menjadi negara net importer gas alam pada tahun 2024 dan untuk batu bara diprediksikan pada tahu 2049 hal ini dikarenakan apabila produksinya tinggi dan belum terdapat temuan yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *